"Kami sebagai warga hanya berharap ada solusi nyata. Kalau sodetan memang efektif, ya harus dibuktikan. Kalau belum cukup, ya lanjutkan normalisasi sampai benar-benar maksimal. Jangan setengah-setengah," ujarnya.
Banjir yang melanda sejak Senin (3/3/2025) dini hari ini belum juga surut, menyebabkan aktivitas warga lumpuh.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo–Gibran Apresiasi Lonjakan Investasi Jakarta, Aglomerasi Jabodetabekjur Dinilai Kian Strategis bagi Ekonomi Nasional
Banyak warga yang terpaksa mengungsi, sementara sebagian masih bertahan di lantai atas rumah mereka.
Sejumlah petugas gabungan dari BPBD dan kepolisian terlihat bersiaga dengan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang ingin mengungsi atau mengambil barang-barang berharga.
Beberapa warga juga tampak sibuk menyelamatkan pakaian dan dokumen penting dari rumah mereka ke tempat yang lebih tinggi.
Baca Juga:
Kemacetan Jakarta Kian Parah: Saatnya Pramono–Rano Mengakhiri 6,5 Tahun Kepemimpinan Syafrin Liputo di Dishub DKI
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus membenahi sistem pengendalian banjir.
"Saat ini, dengan Program Strategis Nasional (PSN) pengendalian banjir, kami akan lebih fokus membenahi Ciliwung," kata Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno.
Menurutnya, pengerukan waduk dan sungai sudah masuk dalam program 100 hari kerja yang dijalankan bersama Gubernur Jakarta, Pramono Anung.