Tanpa keterbukaan data, publik tidak dapat memastikan sejauh mana kebutuhan pemeliharaan telah diperhitungkan dalam perencanaan anggaran. Kondisi tersebut juga menyulitkan masyarakat menilai efektivitas pengelolaan fasilitas olahraga milik pemerintah.
Ronal meminta dinas terkait memberikan penjelasan terbuka mengenai target dan realisasi retribusi, alokasi anggaran pemeliharaan, realisasi belanja, serta rencana dan jadwal perbaikan Lapangan Cendrawasih.
Baca Juga:
Lapangan Cendrawasih Gersang dan Berdebu, Pengamat dan Warga Pertanyakan Anggaran Perawatan
“Kejelasan itu penting agar pengelolaan fasilitas olahraga tidak berhenti pada pencapaian target penerimaan, tetapi juga disertai tanggung jawab menjaga kualitas aset milik pemerintah,” pungkasnya.
Sorotan ini menjadi pengingat bahwa fasilitas olahraga milik pemerintah bukan sekadar aset yang dikelola untuk memenuhi target penerimaan. Lapangan tersebut merupakan sarana publik yang harus dijaga agar tetap berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, persoalan rumput Lapangan Cendrawasih membutuhkan lebih dari sekadar harapan akan perbaikan. Yang ditunggu masyarakat adalah keterbukaan anggaran, penjelasan mengenai realisasi pemeliharaan, serta kepastian waktu pembenahan.
Baca Juga:
Retribusi Tahura Sumedang Lampaui Target, Capai Rp. 115,38 Juta di 2025
“Target retribusi boleh ditetapkan tinggi, tetapi kondisi aset publik dan kualitas pelayanan tidak boleh luput dari perhatian termasuk perawatan,” pungkasnya.