“Kalau bicara lapangan sepak bola, rumput yang hijau tentu enak dipandang. Ketika bermain bola, masyarakat juga bisa merasa nyaman,” katanya.
Ia berharap rencana peningkatan fasilitas yang telah disusun memperoleh persetujuan anggaran. Namun, harapan tersebut belum memberikan kepastian mengenai besaran dana yang dibutuhkan, sumber pembiayaan, maupun waktu pelaksanaan perbaikan.
Baca Juga:
Lapangan Cendrawasih Gersang dan Berdebu, Pengamat dan Warga Pertanyakan Anggaran Perawatan
Dengan demikian, persoalan Lapangan Cendrawasih tidak berhenti pada pengakuan bahwa rumput membutuhkan perhatian. Publik juga membutuhkan penjelasan mengenai langkah konkret yang akan ditempuh pengelola untuk membenahi fasilitas tersebut.
Retribusi Cendrawasih Lebih dari Rp1 Miliar
Sorotan terhadap kondisi lapangan semakin relevan setelah Bendahara Pengeluaran Gelanggang Jakarta Barat, Woni Romano, mengungkapkan target retribusi seluruh fasilitas yang dikelola GJB diperkirakan mencapai Rp3,5 miliar.
Baca Juga:
Retribusi Tahura Sumedang Lampaui Target, Capai Rp. 115,38 Juta di 2025
Khusus fasilitas Cendrawasih, target penerimaannya disebut lebih dari Rp1 miliar.
“Target retribusi dari fasilitas Cendrawasih sekitar lebih dari Rp1 miliar,” kata Woni saat dihubungi MetroJakartaNews.Id melalui telepon seluler, Minggu (25/10/2026).
Menurut Woni, target penerimaan ditetapkan melalui mekanisme pembagian target dari tingkat dinas ke wilayah. Retribusi bersumber dari sejumlah fasilitas, antara lain gelanggang olahraga, gedung serbaguna, dan kolam renang.