MetroJakartaNews.Id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (Sekjen DPP PIKI) Benyamin Patondok mendesak pemerintah memberi perhatian serius terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan terpencil yang tidak dapat dijangkau melalui transportasi darat.
Menurutnya, keterbatasan akses menuju lokasi kebakaran menjadi tantangan besar dalam upaya pemadaman.
Baca Juga:
357 Tahun Sulsel, Benyamin Patondok: Saatnya Jadi Pelopor Kemajuan Indonesia Timur
Di kawasan hutan yang belum memiliki jalur transportasi darat memadai, petugas akan kesulitan menjangkau titik api apabila hanya mengandalkan sarana konvensional.
Hal tersebut disampaikan pria yang kerap dipanggil Bento itu dalam Podcast Dua Sisi Manis & Pahit, belum lama ini.
Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan strategi khusus agar kebakaran di wilayah terpencil dapat ditangani dengan cepat sebelum api meluas dan menimbulkan kerusakan hutan yang semakin besar.
Baca Juga:
PIKI Fasilitasi Audiensi IAKN Toraja dengan Wamenkes, RS Elim Disiapkan Jadi Rumah Sakit Pendidikan
“Tenaga untuk melakukan pemadaman mungkin bisa dilatih, tetapi sarana dan fasilitasnya tidak mudah disiapkan. Apalagi jika kebakaran terjadi di kawasan hutan yang sangat luas dan tidak memiliki akses darat. Dalam kondisi seperti itu, akses udara menjadi salah satu pilihan yang bisa diandalkan,” ujarnya.
Bento secara khusus menyoroti kondisi geografis Papua yang memiliki kawasan hutan luas dan sejumlah wilayah yang sulit dijangkau.
Menurutnya, pemerintah harus mempertimbangkan karakteristik wilayah tersebut dalam menyusun strategi penanggulangan karhutla.