MetroJakartaNews.Id - Kondisi lapangan sepak bola Cendrawasih di Jakarta Barat yang gersang, berdebu, dan nyaris tanpa rumput menuai sorotan pengamat kebijakan publik dan masyarakat.
Selain mengganggu kenyamanan bermain, kondisi lapangan yang tidak rata juga dinilai meningkatkan risiko cedera bagi para pemain.
Baca Juga:
Pemuda Batak Bersatu Jakarta Barat Berbagi Takjil untuk Pengemudi Ojol
Pengamat Kebijakan Publik Ronal Sihotang mempertanyakan pengelolaan anggaran perawatan lapangan tersebut. Terlebih, masyarakat yang menggunakan fasilitas olahraga itu harus membayar biaya penggunaan maupun parkir.
“Kalau ada pemasukan dari retribusi, tentu masyarakat berhak mempertanyakan bagaimana pengelolaannya. Jangan sampai pemasukan ada, tetapi perawatannya tidak berjalan,” kata Ronal kepada wartawan di Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (19/10/2026).
Menurut Ronal, penerimaan dari pemanfaatan fasilitas olahraga semestinya diimbangi dengan pemeliharaan yang memadai. Dengan begitu, masyarakat dapat menggunakan fasilitas milik pemerintah daerah secara aman dan nyaman.
Baca Juga:
Ronal Sihotang Ajak Anggota Lakukan Terobosan di 2025 Agar Pemuda Batak Bersatu Lebih Dicintai Masyarakat
Ia juga menyoroti kondisi bangunan di kawasan lapangan Cendrawasih yang dinilai membutuhkan perhatian.
Selain itu, ia menyinggung rencana revitalisasi yang sempat mengemuka setelah Gubernur DKI Jakarta meninjau lokasi pada tahun lalu, tetapi menurutnya belum terealisasi karena persoalan anggaran.
Ronal menegaskan, fasilitas olahraga milik pemerintah daerah harus dapat diakses dan dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya klub profesional.