Diantaranya, 35 lanjut usia (lansia), 90 balita, 53 anak usia sekolah dasar, 60 anak usia sekolah menengah pertama, 22 remaja usia sekolah menengah kejuruan, serta 414 warga dewasa, termasuk ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus.
Besarnya jumlah warga terdampak mendorong pemerintah bergerak cepat dengan mendirikan posko pengungsian yang dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, distribusi logistik, hingga pendampingan psikososial.
Baca Juga:
Wali Kota Arifin Pastikan Penataan Kebon Kacang 30 Berlanjut, Dari Semrawut Menjadi Asri
Langkah tersebut dilakukan agar para korban tetap memperoleh perlindungan dan pelayanan yang layak selama berada di pengungsian.
[Editor : Sahala Pangaribuan]