METROJAKARTANEWS.ID, Jakarta | Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau lokasi pengungsian korban kebakaran kawasan Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
Kedatangan Wagub menjadi bentuk respons cepat dan bukti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hadir untuk warga yang mengalami bencana. Sekaligus memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Baca Juga:
Wali Kota Arifin Pastikan Penataan Kebon Kacang 30 Berlanjut, Dari Semrawut Menjadi Asri
Dalam peninjauan, Rano didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Iqbal, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu, Kepala BAZNAS DKI Jakarta, serta jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Di hadapan para pengungsi, Rano menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus hadir mendampingi warga hingga proses pemulihan selesai.
Menurutnya, seluruh perangkat daerah telah dikerahkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, mulai dari tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, makanan, hingga dukungan psikososial bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Baca Juga:
UKW PWI Jaya ke-65 Digelar di Jakpus, Wali Kota Arifin Tekankan Akurasi dan Profesionalisme Wartawan
Selain meninjau fasilitas yang tersedia, Rano mendengarkan langsung berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi warga pascakebakaran.
Masukan dari masyarakat menjadi bahan penting dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan yang lebih efektif.
"Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan pelayanan terbaik dan merasa aman. Pemerintah akan terus hadir sampai proses pemulihan berjalan dengan baik," tegas Rano.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin memastikan koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna mempercepat distribusi bantuan dan menjaga kenyamanan para pengungsi.
Berbagai kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, kebutuhan bayi, selimut, matras, serta perlengkapan pokok lainnya telah disalurkan kepada warga terdampak.
Arifin juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Menurutnya, kesadaran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya musibah serupa.
"Kita harus menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat bersama untuk lebih waspada. Pencegahan adalah langkah terbaik agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," ujarnya.
Musibah kebakaran yang melanda kawasan Jiung tidak hanya menyisakan kerugian materiil, tetapi juga meninggalkan duka bagi ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal.
Namun, di tengah situasi sulit tersebut, kehadiran pemerintah dan berbagai pihak diharapkan mampu menghadirkan rasa aman sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
Berdasarkan data sementara, kebakaran kawasan Jiung, Kemayoran pada Senin malam (1/6/2026), berdampak pada 345 kepala keluarga (KK) atau 679 jiwa, terdiri dari 326 laki-laki dan 353 perempuan.
Diantaranya, 35 lanjut usia (lansia), 90 balita, 53 anak usia sekolah dasar, 60 anak usia sekolah menengah pertama, 22 remaja usia sekolah menengah kejuruan, serta 414 warga dewasa, termasuk ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus.
Besarnya jumlah warga terdampak mendorong pemerintah bergerak cepat dengan mendirikan posko pengungsian yang dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, distribusi logistik, hingga pendampingan psikososial.
Langkah tersebut dilakukan agar para korban tetap memperoleh perlindungan dan pelayanan yang layak selama berada di pengungsian.
[Editor : Sahala Pangaribuan]