METROJAKARTANEWS.ID, Jakarta - Singkat kata, saya harus jujur mengatakan bahwa acara yang diselenggarakan oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta, yakni BK Award, benar-benar top markotop.
Acaranya bagus, dahsyat, dan sangat layak untuk diselenggarakan secara berkelanjutan. Itulah kesan pertama saya saat menghadiri langsung kegiatan BK Award tersebut.
Baca Juga:
ERP Tak Kunjung Berjalan dan Kemacetan Tak Reda: Rekam Jejak 6,5 Tahun Syafrin Liputo Perlu Dievaluasi Gubernur Pramono
Beberapa hari sebelumnya saya mendengar informasi bahwa akan ada acara BK Award di Kebun Sirih, DKI Jakarta, yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Desember 2025. Nama acaranya BK Award 2025. Karena dinilai menarik dan penting, saya memutuskan datang langsung ke lokasi dan berada di sana sekitar pukul 16.00 WIB.
Di lokasi, saya berkesempatan bertemu dan berdiskusi singkat dengan beberapa anggota DPRD DKI Jakarta. Di antaranya Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, serta Sekretaris Dewan DKI Jakarta, Augustinus. Diskusi berlangsung santai namun substansial.
Di lantai dasar Gedung DPRD lama, saya melihat banyak stan dari masing-masing komisi. Seluruh komisi hadir dan membuka stan untuk menerima aspirasi serta melayani pertanyaan masyarakat.
Baca Juga:
Mungkinkah Waduk Jatiluhur Jebol? Prabowo, KDM, dan Pramono Wajib Menjaga Fungsi Hutan di Hulu
Mulai dari Komisi A yang membidangi urusan pemerintahan, Komisi B bidang perekonomian, Komisi C bidang pendapatan dan belanja daerah, Komisi D bidang pembangunan dan kesejahteraan rakyat (Bangkesra), hingga Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat (Kesra).
Saya sempat mendatangi stan Komisi C dan bertemu dengan Gani Suwondo Lie dari Fraksi PDI Perjuangan. Beliau sosok yang ramah, santun, dan rendah hati. Dengan sabar, ia melayani berbagai pertanyaan saya terkait pendapatan daerah, potensi kebocoran, persoalan SILPA APBD, hingga isu obligasi daerah. Diskusi berlangsung terbuka dan informatif.
Di sebelah stan Komisi C terdapat stan Komisi B yang juga saya kunjungi. Di sana saya bertemu dan berdiskusi dengan anggota Fraksi PDI Perjuangan, Wa Ode Herlina, serta anggota Fraksi PKS, Ade Suherman. Keduanya juga sangat ramah dan terbuka dalam menjawab berbagai pertanyaan yang saya ajukan terkait ruang lingkup kerja Komisi B.