METROJAKARTANEWS.ID, Jakarta - Pada Kamis, 22 Januari 2026, saya menerima kiriman materi visual berupa pamflet yang memuat informasi mengenai kegiatan Arief Nasrudin, Direktur Utama Perumda Air Minum Jaya (PAM JAYA) DKI Jakarta, yang kini telah bertransformasi menjadi Perseroan Daerah (Perseroda).
Setelah mencermati informasi tersebut, menelaah sejumlah pemberitaan terkait, serta melakukan analisis yang lebih mendalam, dapat ditarik kesimpulan yang sejalan dengan judul tulisan ini sebagaimana tersebut di atas.
Baca Juga:
PAM Jaya Gelar Jakarta Water Hero 2025, Apresiasi untuk Para Pahlawan Air Bersih Ibu Kota
Dalam konteks tersebut, Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan pandangannya terkait pengelolaan sumber air baku yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa PAM JAYA selama ini secara konsisten menyampaikan kepada publik bahwa penyediaan air baku Jakarta bersumber dari Waduk Jatiluhur serta seluruh sungai yang mengalir di wilayah Jakarta, yang jumlahnya mencapai 13 sungai. Selain itu, PAM JAYA juga tengah menjajaki penambahan sumber air baku dari Bendungan Karian, yang saat ini masih dalam proses lanjutan kerja sama.
Arief Nasrudin juga menegaskan bahwa PAM JAYA tidak melakukan pengambilan air baku melalui eksploitasi air tanah dengan cara pengeboran. Setiap pengambilan air baku, baik dari waduk maupun sungai, dilakukan dengan memastikan volume pengambilan sesuai dengan perizinan yang berlaku serta tetap memperhatikan keseimbangan dan keberlanjutan ekologi.
Menurutnya, pengelolaan air baku harus dilandasi pola pikir hijau atau green mindset, agar Jakarta tidak hanya memperoleh layanan air bersih hari ini, tetapi juga mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Baca Juga:
PAM JAYA Gercep Tanggulangi Gangguan Kualitas Air di Citra Garden City 2 Extension
Inilah green mindset Arief Nasrudin sebagai Direktur Utama BUMD vital DKI Jakarta, PAM JAYA. Selain itu, terkait perawatan dan persyaratan lingkungan pada 13 aliran sungai di Jakarta, diketahui bahwa selama ini PAM JAYA di bawah kepemimpinannya turut berpartisipasi aktif dan menunjukkan kepedulian yang tinggi.
Pada kesempatan lain, saya juga pernah mengusulkan agar PAM JAYA bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut berperan aktif menjaga kawasan hulu hutan dari aliran sungai yang menuju Waduk Jatiluhur, termasuk daerah aliran sungai (DAS) yang terhubung dengan Waduk Cirata dan Waduk Saguling.
Dalam hal ini, saya meyakini bahwa green mindset yang dimiliki Arief Nasrudin merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari konsep Green Mind PAM JAYA. Argumentasi ini logis dan masuk akal, mengingat Waduk Jatiluhur merupakan sumber utama air baku bagi PAM JAYA. Artinya, PAM JAYA juga memiliki kepentingan besar terhadap berbagai persoalan alam, lingkungan, serta aspek lain yang berkaitan dengan keberlanjutan dan dampak positif Waduk Jatiluhur.