Pada Pilkada Kota Pekanbaru 2024, Edy Natar maju sebagai calon wali kota berpasangan dengan Dastrayani Bibra.
Berdasarkan hasil rekapitulasi Pilkada Pekanbaru 2024, pasangan Edy Natar-Dastrayani Bibra memperoleh 56.159 suara atau 15,93 persen dan berada di posisi ketiga dari lima pasangan calon. Sementara itu, pasangan Agung Nugroho-Markarius Anwar memperoleh 164.041 suara atau 46,54 persen.
Baca Juga:
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Temuan ASN Wanita Tewas Tergantung di Pintu Mobil
Hasil tersebut kemudian dijadikan Ihkram sebagai bagian dari kritiknya terhadap rekam jejak politik Edy Natar.
"Publik Pekanbaru, kota yang sama tempat ia pernah menjadi bagian dari kekuasaan provinsi selama hampir lima tahun, justru menolaknya ketika diuji ulang lewat kotak suara," kata Ihkram.
Ihkram menegaskan, kritik terhadap pejabat pemerintahan seharusnya disertai pemahaman mengenai pembagian kewenangan serta tawaran solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Baca Juga:
Antrean Solar Bersubsidi Masih Terjadi di Berbagai Daerah, Puskepi Beberkan Penyebabnya
"Kami tidak sedang menghakimi masa lalu. Tetapi kami menolak jika masa lalu dilupakan ketika seseorang memilih menjadi hakim atas persoalan hari ini," ujarnya.
Menurut dia, kepemimpinan tidak hanya dapat dilihat dari pernyataan yang disampaikan setelah seseorang tidak lagi memegang jabatan, tetapi juga dari kebijakan dan hasil kerja ketika kewenangan tersebut berada di tangannya.
"Dalam kedua ukuran itu, rekam jejak Edy Natar berbicara jelas: masa jabatan yang tidak tuntas, dan kepercayaan publik yang tidak lagi didapatkan," kata Ihkram.