Setelah tahap pembersihan rampung, sejumlah dinas seperti dinas pertamanan dan hutan kota, dinas bina marga, serta dinas SDA akan masuk untuk melakukan penataan lanjutan. Program ini, kata dia, akan terus berlanjut setelah Lebaran hingga kawasan tersebut benar-benar tertata.
Arifin juga menyoroti banyaknya saluran drainase yang tertutup bangunan atau lapak pedagang. Kondisi itu, menurutnya, kerap menjadi salah satu penyebab genangan di Jakarta karena saluran sulit dibersihkan.
Baca Juga:
Meriahkan HUT Jakarta, Pemkot Jakarta Pusat Gelar Atraksi Seni
“Kalau salurannya tertutup bangunan, tentu sulit dilakukan pengurasan. Ini yang sering menjadi penyebab genangan,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkot Jakarta Pusat memastikan akan mendata pedagang yang terdampak penertiban. Pemerintah berencana mencarikan lokasi berdagang yang lebih sesuai agar mereka tetap bisa menjalankan usaha.
“Saya tidak melarang orang mencari penghasilan. Tapi aturan tetap harus dipatuhi. Trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk berdagang,” kata Arifin.
Baca Juga:
Razia Indekos, Satpol PP Temukan Pasangan Sekamar Tanpa Surat Nikah
Arifin pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, LMK, FKDM hingga PKK, untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap tertata.
Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci agar fasilitas kota yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.