METROJAKARTANEWS.ID, Jakarta | Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) membidik pengelola parkir liar di lahan publik. Bersama aparat penegak hukum, tengah dibahas kemungkinan penerapan sanksi pidana.
"Pengelola parkir di lahan umum tanpa izin resmi bisa dikenakan pidana. Harus ada efek jera agar tidak ada lagi yang berani menggunakan lahan publik secara semena-mena," ungkap Wali Kota Arifin pada Rapat Kordinasi (Rakor) parkir liar di Ruang Serbaguna Besar (RSGB) Kantor Wali Kota Jakpus, Senin (28/7/2025).
Baca Juga:
Parkir Liar Berulang di Depan RS Hermina Daan Mogot, DPRD Minta Petugas Turun
Langkah tegas itu diharapkan menjadi titik awal untuk menertibkan parkir liar yang sudah merugikan masyarakat, dalam waktu dekat.
Sekaligus, mengembalikan fungsi trotoar dan jalan umum sebagai fasilitas publik yang bebas dari kepentingan pribadi.
Selama ini, penindakan parkir liar hanya menyasar pengguna kendaraan. Sementara pelaku utama, pengelola parkir liar, justru luput dari jerat hukum.
Baca Juga:
Jakarta Pusat Intensifkan Penindakan Parkir Liar hingga PKL, Camat Diminta Kendalikan Titik Rawan
"Selama ini tindakan hanya ditujukan kepada pengguna kendaraan. Padahal yang paling bertanggung jawab adalah mereka yang memanfaatkan badan jalan dan trotoar untuk dikelola secara ilegal," ungkap Wali Kota Arifin pada Rapat Kordinasi (Rakor) parkir liar di Ruang Serbaguna Besar Kantor Wali Kota, Senin (28/7/2025).
Tindakan yang dikenakan petugas kepada pengguna kendaraan biasanya diderek, penggembosan atau dikunci.
Namun, keberadaan oknum yang menyediakan jasa parkir tanpa izin lalu menghilang saat terjadi penindakan.