Pramono juga menghubungkan JIS dengan kawasan Ancol melalui pembangunan jembatan sepanjang 350 meter. Ia menjelaskan bahwa selama ini pembangunan jembatan tersebut terhambat oleh ego sektoral antarinstansi, sehingga tidak pernah direalisasikan.
Terkait warisan dari mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), seperti penataan Kalijodo dan persoalan Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW), Pramono memberikan perhatian khusus. Ia menuturkan bahwa Kalijodo yang sebelumnya menjadi tempat maksiat, pada masa Ahok telah berubah menjadi ruang publik yang bermanfaat.
Baca Juga:
Pramono Desak Aparat Tindak Pria WNA Umbar Alat Kelamin di Blok M
Namun karena tidak ada yang melanjutkan, Kalijodo kembali buruk kondisinya. Kini, Pramono menegaskan bahwa ia telah mengembalikan fungsi Kalijodo sebagai ruang terbuka yang aman dan layak bagi anak-anak dan keluarga.
Gubernur Pramono kemudian menjelaskan persoalan Rumah Sakit Sumber Waras yang sudah berlangsung selama sepuluh tahun. Jika tidak diselesaikan, akan selalu ada potensi pihak yang terseret sebagai tersangka.
Demikian pula persoalan monorail yang telah lebih dari 21 tahun terkatung-katung. Pramono berkomitmen untuk menyelesaikannya dengan cara yang elegan, tanpa ambisi menciptakan legasi pribadi.
Baca Juga:
Tanpa Kembang Api, Jakarta Himpun Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana
Mendengar langsung uraian yang disampaikan Gubernur Pramono Anung Wibowo, masyarakat Jakarta layak bersyukur memiliki pemimpin seperti beliau—baik hati, peduli, cerdas, lugas, visioner, dan fokus menyelesaikan persoalan kota. Ia bekerja dengan sungguh-sungguh untuk memajukan Jakarta demi kesejahteraan warganya.
Semoga Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo senantiasa diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
[Redaktur: Alpredo Gultom]