METROJAKARTANEWS.ID, Jakarta | Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, meninjau pelaksanaan program sekolah swasta gratis di SMK IT YP IPPI Petojo, Jalan Petojo Barat IV No. 24, RT 4/RW 4, Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jumat (22/5/2026).
Kunjungan dilakukan untuk memastikan program pendidikan gratis yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjalan optimal, sesuai tujuan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para siswa.
Baca Juga:
Pemkot Jakpus Gencarkan Gerakan Pilah Sampah, Target Nol Kiriman ke Bantargebang
Dalam kunjungan, Arifin berdialog langsung dengan pihak sekolah, tenaga pendidik, serta para siswa guna mengetahui pelaksanaan proses belajar mengajar dan dampak program sekolah gratis terhadap lingkungan pendidikan.
Turut mendampingi wali kota, Ketua Yayasan beserta jajaran pengurus YP IPPI Petojo, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Jakarta Pusat Ahmad Juhandi, Camat Gambir Muhammad Iqbal, Kepala Sekolah, para guru dan staf administrasi SMK IT YP IPPI Petojo, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat, serta jajaran terkait lainnya.
Arifin menjelaskan, program sekolah swasta gratis merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh warga.
Baca Juga:
Polisi Tangkap Pencuri Ponsel WN Polandia di Kebon Sirih dalam 24 Jam
Hingga tahun 2026, program tersebut telah menjangkau 103 sekolah swasta di Jakarta.
Khusus di Jakarta Pusat, terdapat 18 sekolah yang masuk dalam program sekolah swasta gratis, dan salah satunya adalah YP IPPI.
"Saya ingin memastikan bahwa para siswa benar-benar tidak lagi dibebani biaya pendidikan. Tadi saya sudah bertanya langsung kepada siswa, dan mereka menyampaikan bahwa memang sudah tidak ada lagi biaya yang harus dikeluarkan. Semua sudah gratis,” ujar Arifin.
Selain meninjau fasilitas sekolah dan kegiatan belajar mengajar, Arifin memberikan motivasi kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, kemudahan akses pendidikan harus dibarengi dengan semangat belajar, kedisiplinan, dan peningkatan kompetensi diri.
Ia menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat. Teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), robotika, dan digitalisasi, kata Arifin, akan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda di masa depan.
“Anak-anak harus terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan agar mampu bersaing. Perkembangan teknologi tidak bisa dihindari, sehingga perlu dipersiapkan sejak dini melalui pendidikan yang baik dan berkualitas,” pungkasnya.
[Editor : Sahala Pangaribuan]