METROJAKARTANEWS.ID, Jakarta | Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI resmi memulai peletakan batu pertama (groundbreaking) penataan kawasan kumuh RW 01, Kelurahan Menteng, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan hunian yang lebih layak dan sehat, Rabu (1/3/2026).
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin hadir langsung mendampingi Menteri PKP RI Maruarar Sirait (Ara) dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari.
Baca Juga:
Perkuat Keamanan Pangan, Pemkot Jakpus dan BBPOM Teken Komitmen Bersama
Kegiatan diawali dengan peninjauan sejumlah rumah warga yang sedang dan akan direnovasi.
Ara mengungkapkan, program ini menargetkan perbaikan 152 rumah yang ditargetkan rampung pada 15 Juli mendatang. Dari jumlah tersebut, 52 rumah direnovasi melalui gotong royong dukungan Corporate Social Responsibility (CSR), sementara 100 rumah lainnya dikerjakan oleh pihak swasta, termasuk Astra.
“Tidak hanya renovasi rumah, sebanyak 35 pelaku UMKM di RW 01 Menteng juga akan mendapatkan pembinaan dari ladies banker. Ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga:
Panen Raya Jakpus Tembus 1,1 Ton, Bukti Lahan Terbatas Bisa Jadi Sumber Pangan
Ia menegaskan, seluruh pendanaan program ini berasal dari skema kolaborasi non-APBN melalui dana CSR. Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai pihak, mulai dari TNI AL, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hingga para pelaku usaha.
Sementara itu, Arifin menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam program ini. Ia menilai, selain memperbaiki kondisi fisik hunian, program ini juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi warga.
“Antusiasme warga sangat terasa. Renovasi ini bukan hanya membuat rumah lebih layak, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan. Ditambah lagi pembinaan UMKM yang membuka peluang usaha warga untuk berkembang lebih jauh,” kata Arifin.