METROJAKARTANEWS.ID, Jakarta | Pemerintah Kota Jakarta Pusat bergerak cepat menindaklanjuti temuan seorang anak berusia 10 tahun yang putus sekolah di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen.
Anak tersebut sebelumnya hanya sempat bersekolah di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK). Tidak melanjutkan untuk mengenyam pendidikan sekolah dasar karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Baca Juga:
Kembalikan Fungsi Sarana Kota Kawasan Kebon Kacang, Pemkot Jakarta Pusat Tertibkan Bangunan di Trotoar
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, pun turun langsung menemui anak itu di kawasan Pasar Gaplok, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jumat (27/3/2026).
Dalam dialog singkat, Arifin menegaskan, pemerintah akan mengambil alih pemenuhan kebutuhan pendidikan anak tersebut secara menyeluruh. Ia memastikan proses pendaftaran hingga penyediaan perlengkapan sekolah akan difasilitasi tanpa biaya.
Selain memastikan akses pendidikan gratis dari jenjang dasar hingga menengah, Pemprov juga menyiapkan dukungan penunjang, mulai dari seragam, tas, hingga sepatu sekolah.
Baca Juga:
Gaya Pegawai Kantoran, Pencuri Spesialis Hotel Jakpus Gasak Laptop dan HP
Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Tak berhenti di sektor pendidikan, intervensi juga dilakukan pada aspek kesejahteraan keluarga. Pemerintah menawarkan hunian di rumah susun sewa (rusunawa) dengan biaya terjangkau, sekaligus akses ke program pangan bersubsidi dan fasilitas transportasi umum gratis.
Lebih lanjut, Arifin menjelasksn adanya skema bantuan pendidikan lanjutan melalui program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Program tersebut membuka peluang bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi tanpa terkendala biaya.
"Tidak ada kata terlambat untuk mulai sekolah. Yang penting ada kemauan, itu yang harus kita dorong,” kata Arifin.
Kasus ini, menurut Arifin, menjadi pengingat bahwa masih ada anak-anak yang luput dari sistem pendidikan formal. Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan penjangkauan aktif untuk memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang tertinggal.
“Ini bukan hanya soal satu anak, tapi bagaimana negara hadir memastikan setiap anak punya kesempatan yang sama untuk masa depan yang lebih baik,” tutup wali.
Turut hadir mendampingi wali kota, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Suprayogi, Camat Senen Erick, Manpol PP Kec. Senen berserta jajaran.
[Editor : Sahala Pangaribuan]