Metro Jakarta News.id - Kondisi jaringan listrik di kawasan Simpang Stop, Kepenghuluan Bakti Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, menjadi perhatian warga.
Warga meminta Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bagan Batu segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mencari solusi terhadap kondisi jaringan listrik yang dinilai kurang tertata serta dikhawatirkan dapat mengganggu keselamatan masyarakat.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dukung PLN IP Services Bawa Kapabilitas MRO ke Pasar Asia Pasifik
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga setempat, Mahmud (60). Ia mengatakan dirinya bersama warga lainnya telah menggunakan meteran dan instalasi listrik PLN di rumah masing-masing selama bertahun-tahun.
Namun, menurut Mahmud, belum tersedianya tiang jaringan PLN di sekitar permukiman membuat warga berinisiatif menggunakan tiang sementara dari kayu maupun bambu untuk menopang jaringan menuju rumah mereka.
“Sudah puluhan tahun kami menggunakan listrik. Karena belum ada tiang PLN di sekitar sini, warga terpaksa memasang tiang seadanya dari kayu atau bambu,” ujar Mahmud.
Baca Juga:
Belum Ada Tindakan Dari PLN, Kabel Listrik Menempel Diatap Rumah
Menurutnya, listrik sudah menjadi kebutuhan penting bagi rumah tangga, termasuk untuk mendukung aktivitas anak-anak yang bersekolah. Karena itu, warga tetap berupaya mempertahankan akses listrik meskipun kondisi jaringan di lapangan belum seperti yang diharapkan.
Pantauan awak media di lokasi menunjukkan sejumlah kabel listrik membentang menuju rumah-rumah warga. Sebagian kabel terlihat menjuntai dan pemasangannya tampak tidak beraturan.
Warga juga menyebut bentangan kabel menuju rumah-rumah mencapai ratusan meter. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah kabel terlihat berada cukup dekat dengan tanaman kelapa sawit milik warga.
Kekhawatiran terutama muncul saat aktivitas panen berlangsung. Warga mengantisipasi kemungkinan alat panen seperti egrek bersentuhan dengan kabel apabila jarak jaringan dengan area tanaman terlalu dekat.
Anto, warga setempat lainnya, mengaku khawatir dengan kondisi jaringan listrik yang ada saat ini.
“Kami sangat mengkhawatirkan kondisi kabel listrik seperti ini. Kami berharap ULP PLN Bagan Batu serius menanggapi keluhan warga sebelum terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” katanya.
Warga berharap pihak PLN turun langsung melakukan pemeriksaan teknis. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya pembangunan jaringan baru, warga meminta PLN dapat membangun tiang listrik permanen dengan memperhatikan standar teknis dan keselamatan.
Penghulu Janji Surati PLN
Sementara itu, PJ Penghulu Bakti Makmur, Musriandi, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon mengaku baru mengetahui kondisi tersebut.
Ia menyatakan akan menyurati pihak PLN agar keluhan masyarakat di kawasan Simpang Stop mendapat perhatian.
“Ini baru saya ketahui. Kami akan menyurati pihak PLN agar dapat memperhatikan keluhan warga,” ujarnya.
Warga kini menunggu tindak lanjut dari ULP PLN Bagan Batu untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jaringan listrik di lokasi sekaligus memberikan solusi atas kebutuhan listrik masyarakat.
Sementara itu, Manajer ULP PLN Bagan Batu Dedi Martin saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Pesan konfirmasi yang dikirim awak media diketahui telah terbaca melalui tanda centang biru pada aplikasi WhatsApp. Namun, belum ada jawaban atau keterangan resmi dari pihak ULP PLN Bagan Batu mengenai keluhan warga tersebut.
Metro Jakarta akan terus berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak PLN sebagai bentuk keberimbangan dalam pemberitaan.
[Redaktur: Adi]