Metrojakartanews.id | Pekerjaan konstruksi saluran Kavling DKI Cipayung senilai Rp1,9 Miliar dipertanyakan sejumlah kalangan. Ada indikasi pembangunan saluran tidak sesuai spesifikasi.
Salah seorang warga, Gultom, mengatakan ada dugaan pembangunan konstruksi saluran tidak menggunakan lantai kerja.
Sebab, katanya, boleh dilihat sewaktu mengerjakan proyek terkesan tergesa-gesa menutupi kekurangan yang terjadi.
Baca Juga:
Pekerjaan Belum Rampung, Proyek Pembangunan Puskesmas Pembantu Pegangsaan Jakpus Disebut Sudah Dibayar 100 Persen
Selain itu, pengawasan pelaksanaan proyek lemah karena tidak memasang pasir urug setebal 5 cm.
Menurut ketua LSM Lembaga Monitoring Demokrat Indonesia (LMDI), Hottua Harianja, pekerjaan yang telah dilaksanakan PT. Varas Ratubadis Prambanan itu layak dibongkar kembali.
"Kalau dilihat dari pelaksanaan kerja di lapangan, proyek tersebut layak dibongkar kembali karena diduga tidak semua pasir urug di pasang bantalan u ditch," tegas Hottua.
Baca Juga:
Korupsi Dana Masjid, Kades dan Kontraktor di Klaten Dijebloskan ke Penjara
Padahal, ungkapnya, dalam spek e katalog, harus dipasang 5 Cm. "Hal ini yang membuat pekerjaan itu tidak maksimal sehingga ada dugaan memperkaya diri sendiri," pungkas Hottua.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Timur, Wawan Kurniawan, belum berhasil ditemui wartawan untuk dikonfirmasi terkait proyek. [stp]