MetroJakartaNews.Id - Masuknya agama Islam ke Kerajaan Blambangan yang awalnya rakyatnya beragama Hindu dan Budha. Dikisahkan berawal adanya sayembara dari Prabu Menak Sembuyu atau Bhre Pakembangan atau Menak Dadali Putih atau Raden Siung Laut Raja Blambangan kala itu.
Karena putri terkasihnya yaitu Raden Ayu Liyung Manoro atau Dewi Sekardadu atau Kusworo Dewi terkena wabah penyakit menular dan parah yang sudah mendatangkan banyak tabib dan beberapa para normal, dukun dari beberapa desa di wilayah kerajaan Blambangan bahkan dari kerajaan sahabat, karena masa kerajaan Blambangan sewaktu Raja Menak sembuyu hubungannya antara Blambangan dan Majapahit sangat baik dan sangat bagus raja Majapahit juga ikut membantu menyebarkan sayembara tersebut.
Baca Juga:
Ada Apa di Balik Pertemuan Trah Aning Patih dan Amir Ma’ruf Khan di Petilasan Selogiri?
Di saat Rakyat Blambangan banyak yang terkena wabah penyakit parah dan menular dan putri tercintanya juga terkena penyakit parah itu maka Raja Blambangan mengeluarkan titah atau sayembara.
Dalam sayembara disampaikan jika ada yang bisa menyembuhkan putrinya maka jika laki-laki akan dinikahkan dengan putrinya dan diberikan sebagian tanah Blambangan dan jika perempuan akan dijadikan anak angkat dari Raja Blambangan.
Dalam sayembara tersebut datanglah seseorang pemuda yang beragama Islam yaitu Syeh Maulana Ishaq. Syekh Maulana Ishaq dengan Izin Allah mampu dan bisa menyembuhkan Dewi Sekardadu atau Putri Raja Blambangan Menak Sembuyu.
Baca Juga:
Nahdlatul Ulama: Agama, Akidah, dan Nasionalisme
Syekh Maulana Ishaq bukan cuma menyembuhkan penyakit parah Dewi Sekardadu melainkan juga menyembuhkan penyakit para keluarga pejabat kerajaan Blambangan dan penyakit rakyat Blambangan dengan keahliannya dengan karomahnya penyakit menular yang menimpa di kerajaan Blambangan itu berangsur-angsur hilang lenyap.
Metode penyembuhan Syekh Maulana Ishaq menjadi sarana dakwah agama Islam di wilayah Blambangan dan semakin lama semakin banyak yang ikut ajaran agama Islam.
Raja Blambangan memenuhi janji atas titahnya dalam sayembara tersebut. Dewi Sekardadu dinikahkan dengan Syekh Maulana Ishaq dan diberikan hadiah tanah selogiri dan tanah pertanian dan atau perkebunan seluas wilayah Blambangan bebas pajak yang tidak ada hak penguasaan pemukiman rakyat Blambangan atau yang tidak di hak miliki rakyat Blambangan.