METROJAKARTANEWS.ID, Jakarta | Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta menggelar kerja bakti penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng, tepatnya di depan Plaza Indonesia, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dalam mengatasi keberadaan dan membasmi ikan sapu-sapu yang dinilai berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.
Baca Juga:
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara Monitoring Langsung Harga Pupuk Bersubsidi ke Pasar Tarutung
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, mengungkapkan bahwa permasalahan ikan sapu-sapu bukan hal baru. Sebelumnya, penanganan serupa juga telah dilakukan di Kali Ciliwung.
“Pada pembersihan di Kali Ciliwung, kami sudah mengambil sampel ikan dan air. Hasilnya menunjukkan tingkat pencemaran melebihi ambang batas, dengan kandungan bakteri Salmonella, E. coli, serta residu logam berat,” jelas Hasudungan.
Ia menambahkan, penanganan di Kali Cideng dinilai lebih mudah karena jalur aliran yang tidak sepanjang Ciliwung, sehingga pengendalian populasi ikan sapu-sapu bisa lebih optimal.
Baca Juga:
Empat Kelurahan Disasar, Pemkot Jakpus Siapkan Intervensi Terpadu Atasi Kemiskinan
Usai ditangkap, ikan-ikan tersebut akan dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) di Ciganjur. Bangkai ikan yang telah dipastikan mati kemudian akan dikubur untuk mencegah dampak lanjutan.
“Daya tahan ikan sapu-sapu sangat tinggi. Jika tidak benar-benar dipastikan mati, ikan ini masih bisa bertahan hidup meski tidak berada di air,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 100 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari unsur Suku Dinas SDA, Satpol PP, Lingkungan Hidup, PPSU, hingga Gulkarmat. Turut hadir pula jajaran camat dan lurah setempat.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menyebutkan bahwa proses penangkapan cukup menantang karena banyak ikan sapu-sapu bersembunyi di dalam turap.
“Tadi saat penangkapan, banyak ikan masuk ke turap bahkan merusaknya karena ukuran yang cukup besar. Mereka juga menyimpan telur di dalam turap,” kata Arifin.
Ia mengungkapkan, sekitar 40 ekor ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dan dimusnahkan dengan cara dipatahkan tubuhnya sebelum dikubur.
“Ikan ini sangat berbahaya karena menyerap berbagai racun di kali. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu,” tegasnya.
[Editor : Sahala Pangaribuan]