Kuat dugaan pekerjaan Pencahayaan Kota dan Pekerjaan Pembangunan Trotoar tidak dilaksanakan sesuai kontrak.
Hasil investigasi NGO Jalak di lapangan, dari 2000 titik Pencahayaan Kota hanya menemukan 20 titik di lokasi Pondok Bambu.
Baca Juga:
Terdakwa Kontraktor ‘Pengemplang Pajak‘ di Depok Kembalikan Uang Rp1,5 Miliar
Untuk peningkatan Pencahayaan Kota di area Waduk dan Peningkatan Pencahayaan Kota di area tempat ibadah, belum ditemukan tanda tanda dilaksanakan.
"Laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan SPJ diduga kuat dimanipulasi agar seolah-olah penyerapan anggaran sudah dikerjakan dengan baik," ujar Kampanye.
Untuk Anggaran pemeliharaan jalan wilayah Kota Jakarta Timur No Rekening 1.03 10 .1.01 Pemeliharaan berkala
Baca Juga:
OKP Kota Bekasi Tuntut Investigasi Dugaan Penyalahgunaan Dana Hibah oleh Mantan Ketua KNPI
Uraian kegiatan : Pelaksanaan Pekerjaan Luas Jalan yang terpelihara 28.000m2 : Luas Jalan Lingkungan /orang/saluran, dipelihara 62.000 M2 Rp.17 361.280.765,00
Sesuai perencanaan awal dan laporan pertanggungjawaban yang didapat Kampanye dari sejumlah sumber, untuk pekerjaan pemeliharaan jalan lingkungan seharusnya menggunakan aspal Laston Layer Hotmix.
"Namun, hasil investigasi di lapangan, dikerjakan menggunakan skerap. Ini mkan sudah ada indikasi korupsi," pungkas Kampanye.