METROJAKARTANEWS.ID, Jakarta | Kawasan pintu keluar Stasiun Karet, Jakarta Pusat, sempat dikuasai pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar hingga mengganggu akses pejalan kaki. Kondisi semrawut ini akhirnya memicu respons cepat dari Camat Tanah Abang, Dwiarti Indriani Utami.
Dwiarti langsung menerjunkan jajaran bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dinas perhubungan untuk menertibkan lapak PKL yang berdiri di badan jalan, sekaligus menindak kendaraan yang parkir sembarangan di sekitar area stasiun, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga:
Satpol PP Jakbar Tertibkan PKL di Sekitar RSUD Cengkareng
Penertiban dilakukan setelah banyaknya keluhan masyarakat yang merasa ruang publik semakin terpinggirkan. Akses keluar-masuk stasiun yang seharusnya menjadi jalur aman bagi pejalan kaki justru berubah menjadi area padat dan tidak tertata.
Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat, Helmi AR, menilai langkah cepat camat sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab persoalan di lapangan.
“Ini bukan sekadar penertiban, tapi upaya mengembalikan hak pejalan kaki yang selama ini terabaikan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga:
Ka Satpol PP: Penertiban PKL di Fakfak Sesuai Perintah Atasan, Sehingga Lapak Dibongkar Paksa
Warga pun merasakan dampaknya. Sumi, salah satu pengguna jalan, mengaku kondisi kawasan kini jauh lebih tertib dibanding sebelumnya.
“Dulu susah lewat, sekarang lebih lega. Semoga tidak dibiarkan kembali semrawut,” katanya.
Meski demikian, penertiban ini menjadi pengingat bahwa pengawasan yang lemah dapat membuat pelanggaran kembali terulang.