METROJAKARTANEWS.CO, Sawangan — Ambrolnya tebing di Perumahan Diamond Lake Side, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, menimbulkan keresahan warga.
Dua unit rumah dilaporkan amblas akibat longsor yang terjadi di kawasan tersebut dan dikhawatirkan mengancam keselamatan penghuni.
Baca Juga:
Warga Sitinjo Dairi Gotong Royong Perbaiki Longsor
Ketua RT09/02 Kelurahan Pasir Putih, Hilman, mendesak pihak developer segera melakukan perbaikan permanen di lokasi longsor. Selain itu, warga juga meminta proses serah terima aset perumahan kepada Pemerintah Kota Depok dipercepat agar penanganan dapat dilakukan lebih optimal.
“Lantaran longsor itu menyangkut nyawa manusia, warga berharap pihak developer segera melakukan mitigasi dengan membuat turap baru,” ujar Hilman, Kamis (7/5/2026).
Hilman mengatakan dirinya pertama kali menerima informasi longsor pada Kamis (30/4) malam. Kejadian tersebut sempat memicu kepanikan warga karena lokasi longsor berada sangat dekat dengan rumah penduduk.
Baca Juga:
Insiden Longsor PLTA Cisokan, ALPERKLINAS: Langkah PLN Sudah Tepat dan Terukur
Keesokan harinya, warga bersama pengurus lingkungan melakukan mitigasi darurat secara swadaya dengan memasang cerucuk bambu di area tebing yang rawan runtuh.
“Besoknya hari Jumat siang, saya beserta warga melakukan mitigasi dan bergotong royong dengan memasang cerucuk bambu secara swadaya guna meminimalisir longsor lanjutan,” katanya.
Menurut Hilman, langkah darurat itu dilakukan karena belum terlihat adanya penanganan permanen dari pihak terkait setelah kejadian longsor. Warga khawatir kondisi tanah yang labil dapat memicu longsor susulan, terutama saat hujan deras kembali turun.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, mulai dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), lurah, hingga camat untuk meminta bantuan penanganan dari pemerintah daerah.
“Sudah saya sampaikan mulai dari LPM, lurah dan camat,” ucapnya.
Warga berharap Pemerintah Kota Depok segera turun tangan mengingat longsor berpotensi membahayakan keselamatan penghuni di sekitar lokasi kejadian.
Hilman juga menyebut Wali Kota Depok, Supian Suri, sempat dijadwalkan meninjau lokasi longsor pada Selasa lalu. Namun agenda tersebut batal terlaksana.
Meski belum ada penanganan langsung dari pemerintah kota maupun developer, Hilman mengatakan pihak pengembang telah memberikan respons awal terkait rencana perbaikan.
“Developer sudah respons. Rencananya Jumat ini pihak developer akan memperbaiki longsor dengan memasang turap, itu yang akan kita kawal,” ujarnya.
Selain persoalan longsor, warga turut menyoroti belum tuntasnya proses serah terima aset perumahan kepada Pemerintah Kota Depok. Menurut warga, kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam percepatan penanganan bencana maupun infrastruktur di kawasan perumahan.
Hilman mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, aset perumahan sebelumnya memang belum diserahkan kepada pemerintah kota. Namun, ia memperoleh kabar bahwa proses serah terima mulai dilakukan pada Selasa lalu.
“Pihak developer memang belum melakukan serah terima aset, tapi dari informasi yang saya terima hari Selasa itu sudah diserahkan ke Pemkot,” paparnya.
Warga berharap pembangunan turap permanen dapat segera direalisasikan sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah longsor kembali terjadi. Mereka menilai pemasangan cerucuk bambu hanya bersifat sementara dan tidak cukup kuat menahan tekanan tanah saat curah hujan tinggi.
Warga Diamond Lake Side juga menegaskan akan terus mengawal proses penanganan longsor hingga benar-benar selesai.
“Jadi ketika ada bencana seperti ini, ke depannya kita bisa langsung meminta penanganan kepada Pemkot Depok. Harapan kita seperti itu,” kata Hilman.
Di tengah berkembangnya berbagai spekulasi, Hilman turut meluruskan informasi yang beredar terkait dugaan penyebab longsor. Ia menegaskan peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan Putri Duyung Waterboom.
“Kejadian itu tidak ada kaitannya dengan Putri Duyung. Kami hanya fokus pada penanganan longsor oleh developer maupun Pemkot Depok,” tegasnya.
[Redaktur: Teunku Isnain Jroh]